Repost si dari note di facebook, tapi kayanya bagus juga disharing lebih luas, hehe
*nb: mungkin di postingan kali ini nuansa bahasanya agak berbeda sesuai dengan komentar dari Dody:
"Entah kenapa, untuk kali ini, aku merasakan kata-katamu sangat berkualitas mas...
Tak seperti biasanya, berkualitas rendah dan menyampot..
kali ini, kurasakan nuansa yang berbeda..
sistematik dan berkualitas tinggi...
Salut..."
Aku baru aja nonton film ini, padahal film ini udah dari jaman jadul (2004), tapi baru hari ini nonton, sebelum nonton, iseng2 google dulu arti dari 'butterfly effect', soalnya penasaran aja, nemu di wiki, jadi istilah 'butterfly effect' itu berawal dari teori seorang profesor bahwa 1 kepakan sayap seekor kupu-kupu di hutan belantara Brazil, bisa menjadi badai tornado di Texas beberapa bulan kemudian, interesting fact, isn't it ? hehe.
jadi, inti dari butterfly effect ini adalah, hal kecil, bahkan yang sangat kecil, sampai-sampai sangat wajar jika kita mengabaikan keberadaannya, apapun itu, yang terjadi di saat ini, akan berpengaruh sangat amat besar sekali di masa depan.
beranjak dari situ juga ide film ini, jika mau lihat sinopsisnya secara lengkap di sini saja http://id.wikipedia.org/wiki/The_Butterfly_Effect.
Evan, sang pemeran utama film ini, mempunyai sahabat bernama Lenny, gadis yang dia sukai, Kelly, dan ibunya yang sangat dia sayangi.
Jadi ada 4 elemen penting di sini, sahabat, kekasih, ibu, dan dirinya sendiri.
Jadi Evan, pemeran utama di film ini, dengan cukup unik, mempunyai kemampuan untuk kembali ke masa lalu walau hanya untuk beberapa detik.
Namun, detik itulah yang sangat amat mempengaruhi hidupnya, dan hidup orang lain tentunya. Jadi misal, ada state di mana dia menemukan dirinya berbahagia bersama Kelly, namun ternyata Lenny saat itu hidupnya hancur dan dia gila, lalu diapun kembali ke masa lalu, mengubah kejadian di beberapa detik yang berpengaruh itu, dan setelah dia kembali ke masa ini, dia menemukan hidup Lenny berbahagia, tapi tidak begitu dengan Kelly, hidupnya hancur dan dia menjadi pelacur. Suatu waktu dia menemukan semua berbahagia, kecuali dirinya, dia cacat permanen, tentu dia tidak mau, dan mengulang kembali.
Begitu terus, Evan terus mengulang dan mengulang, dan setelah berkali-kali mencoba, akhirnya dia pun menyadari bahwa dia tidak pernah menemukan dirinya, Lenny, Kelly, dan ibunya sama-sama bahagia tanpa ada yang berkorban.
Sampai akhirnya dia melakukan langkah akhir, dan voila, tebak gimana state terakhir dari cerita ini ? kebahagiaan siapa yang terkorbankan ? hehe
Sebenarnya, yang terpikirkan olehku adalah, bagaimana kalau kita yang dapet pilihan kaya gitu, ga ada setengah-setengahan, ga ada jawaban diplomatis, dan semuanya akan menjadi kenyataan :
Kebahagiaan siapa yang bakal kita korbankan ? Diri sendiri ? Sahabat ? Kekasih ? Orang Tua ?
"You can't playing God, son !"
Kamis, 18 Februari 2010
Senin, 15 Februari 2010
Ulang Tahunku 14 Februari
14 Februari 2010, it's a very special day. Some people celebrate Chinese New Year, some celebrate Valentine Day. But, me and Dody Sampodo decided to celebrate our birthday.
Jadi di kuliah Kemanan Informasi kamis sebelumnya, yang diberikan oleh dosen yang inspiring, Bapak Budi Raharjo, kami seperti tersadarkan betapa mudahnya kita menjadikan data-data pribadi kita menjadi konsumsi publik di dunia maya ini, salah satunya, tanggal lahir kita, yang seringkali juga menjadi kunci penting saat mereset password, dan akun-akun lainnya.
Inspired, namun, alih-alih memilih untuk menghide tanggal lahir di facebook, kami berdua memilih akan berganti-ganti tanggal lahir untuk membuyarkan, dan untuk bulan ini, kami memutuskan untuk merayakannya saja bersamaan dengan Imlek dan hari Valentine. Beberapa hari sebelum hari-h, sebenarnya sudah ada beberapa teman yang menanyakan, kok ada yang janggal di profile facebook-ku, tapi kujawab dengan tidak berpikir aja waktu itu, hehe.
Tapi, di minggu pagi yang sangat amat cerah berawan tipis itu, sepulang dari Laurentius, sekitar jam 7 pagi, aku menemukan wall-ku sudah sangat penuh! puluhan kolega udah mengucapkan selamat ulang tahun penuh dengan doa-doa! Ada 2 kemungkinan si: (1) teman-temanku tidak tau aku hanya menyampot, (2) hari-h adalah hari minggu, dan jawabannya adalah point-1 dan point-2 benar tapi tidak berhubungan (B). Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang kurasakan adalah rasa bersalah, melihat mereka mengucapkan dengan tulus, tanpa ada sebersit pun rasa curiga karena baru beberapa bulan lalu mengucapkan ucapan yang serupa. Akhirnya aku memutuskan untuk menghide saja tanggal ulang tahunku di facebook, dan gelombang ucapan selamat ulang tahun itu terhenti. Setelah itu kupasang status permintaan maaf yang sebesar-besarnya, dan (sebenarnya) terima kasih sekali atas ucapan selamat nya, i really appreciate that. (walaupun ada yang nyadar si :D)



Ada juga yang berusaha menyelamatkan temannya dari jurang kesampotan ini, hehe

Dan setelah itu aku menghadapi hari imlek + valentine ini dengan dihinggapi sindrom januari yang tiba-tiba muncul dan melemaskan, memandang kosong hujan di siang hari dari jendela kamar dengan iringan hentakan verbal Rocket Rockers dan Jenny, sembari makan kerupuk. Kriuk. Au auuuuu.
Maaf ya teman-teman, saya tidak bermaksud menipu, ulang tahun saya 22 Agustus kok. ^:)^
Jadi di kuliah Kemanan Informasi kamis sebelumnya, yang diberikan oleh dosen yang inspiring, Bapak Budi Raharjo, kami seperti tersadarkan betapa mudahnya kita menjadikan data-data pribadi kita menjadi konsumsi publik di dunia maya ini, salah satunya, tanggal lahir kita, yang seringkali juga menjadi kunci penting saat mereset password, dan akun-akun lainnya.
Inspired, namun, alih-alih memilih untuk menghide tanggal lahir di facebook, kami berdua memilih akan berganti-ganti tanggal lahir untuk membuyarkan, dan untuk bulan ini, kami memutuskan untuk merayakannya saja bersamaan dengan Imlek dan hari Valentine. Beberapa hari sebelum hari-h, sebenarnya sudah ada beberapa teman yang menanyakan, kok ada yang janggal di profile facebook-ku, tapi kujawab dengan tidak berpikir aja waktu itu, hehe.
Tapi, di minggu pagi yang sangat amat cerah berawan tipis itu, sepulang dari Laurentius, sekitar jam 7 pagi, aku menemukan wall-ku sudah sangat penuh! puluhan kolega udah mengucapkan selamat ulang tahun penuh dengan doa-doa! Ada 2 kemungkinan si: (1) teman-temanku tidak tau aku hanya menyampot, (2) hari-h adalah hari minggu, dan jawabannya adalah point-1 dan point-2 benar tapi tidak berhubungan (B). Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi yang kurasakan adalah rasa bersalah, melihat mereka mengucapkan dengan tulus, tanpa ada sebersit pun rasa curiga karena baru beberapa bulan lalu mengucapkan ucapan yang serupa. Akhirnya aku memutuskan untuk menghide saja tanggal ulang tahunku di facebook, dan gelombang ucapan selamat ulang tahun itu terhenti. Setelah itu kupasang status permintaan maaf yang sebesar-besarnya, dan (sebenarnya) terima kasih sekali atas ucapan selamat nya, i really appreciate that. (walaupun ada yang nyadar si :D)



Ada juga yang berusaha menyelamatkan temannya dari jurang kesampotan ini, hehe

Dan setelah itu aku menghadapi hari imlek + valentine ini dengan dihinggapi sindrom januari yang tiba-tiba muncul dan melemaskan, memandang kosong hujan di siang hari dari jendela kamar dengan iringan hentakan verbal Rocket Rockers dan Jenny, sembari makan kerupuk. Kriuk. Au auuuuu.
Maaf ya teman-teman, saya tidak bermaksud menipu, ulang tahun saya 22 Agustus kok. ^:)^
Minggu, 14 Februari 2010
Me, a Half Night, a Half Day, and 3 Architects
Weekend kemarin, sejak awal minggu memang sudah kudedikasikan sebagai waktu untuk bertualang dan bersenang-senang, yang tentu saja diimbangi dengan coding siang malam bagai kuda di week day nya, haha.
Ada yang spesial, karena ada Wastu, temenku, arsitek sekaligus artist luar biasa, yang baru aja selesai sidang tugas akhirnya dan memutuskan main-main di bandung untuk beberapa saat, dan juga ada 2 temen Wastu, anak arsitektur UGM 2004 yang sekarang bekerja di Labo, sebuah biro arsitektur terkemuka yang kantor nya ada di jalan bukit dago indah, yaitu Mba Icha n Mas Ochi.
Petualangan dimulai dari ketika kami berdua dateng ujan2 ke kantor Labo, daan, aku langsung benar2 excited dengan bentuk kantor itu: 4m x 8m, tanpa dinding beton, semuanya berbahan kaca dipadu dengan baja sebagai kerangkanya. Ngarsitek abis, haha.
Menunggu Mba Icha n Mas Ochi sejenak, akhirnya dalam hujan, kami memutuskan pergi ke Galeri Sunaryo (yang sebelumnya aku belum pernah denger juga si :P), sebuah galeri seni terutama lukisan di sekitar Dago Atas punya Sunaryo, yang katanya adalah salah satu dosen FSRD. Setelah muter2 menikmati desain arsitektur dan landscape dari galeri itu, kami duduk minum kopi dulu soalnya emang hujannya makin deras. Ngobrol ke sana kemari, dan walaupun sebenarnya teman-temanku di Jogja banyak yang dari kalangan arsitek dan artist, aku tetap menemukan sesuatu yang baru, mengobrol intens dengan orang-orang yang pemikirannya berbeda dengan pemikiran lingkungan hidupku selama ini (informatika), beda banget, beda, walaupun sebenarnya analog juga dengan topik pembicaraan anak-anak informatika, tapi dengan cara pandang, strategi, dan objek yang berbeda, dan it's fun! isn't it? :D
Begitulah, setelah itu kami ke Ciwalk, bukan untuk ngeceng ataupun shopping, tapi untuk masuk ke hotel yang baru, jalan-jalan di sana, menikmati desain arsitektur yang lebih berani dan cukup nyeleneh untuk ukuran Indonesia, jujur, walaupun aku ga ngerti banyak, tapi aku entah kenapa bisa menikmati aja, dan bisa ikut2an ngeberi apresiasi, hehehe, lalu ngebahas konsep dari Ciwalk itu sendiri, sesuatu yang jarang aku pedulikan, hahaha, biasanya dateng, ke XXI, nonton apa karaoke, jalan2 bentar, makan, pulang, that's all :|
Abis itu ke PVJ, setelah jalan2 bentar lalu ke Blitz nonton filem psikopat ga jelas, PaintBall. Lalu pulang deh, udah tengah malam lebih.
Sampe kosan tidur, bangun pagi, menyampot sampe jam 11 an n ketemuan lagi sama Icha-Ochi untuk main lagi, rencana kali ini ke Braga, hehe, walaupun sebenarnya udah ke sana, dan sering lewat, aku ga pernah masuk-masuk ke detailnya, dan setelah jalan-jalan bentar, ngobrol sana-sini, kita ke sebuah toko roti yang udah ada sejak jaman belanda, dan bener, masuk ke toko itu, rasanya kaya kita kembali ke masa lalu, dengan menu-menu hidangan roti dan es krim bernuansa Belanda dari masa lalu, penjual nya yang semuanya sudah beruban dan sudah menjalani kehidupan pelik ini begitu lamanya, dengan perabot-perabot klasiknya.
Berhubung 'no picture = hoax' :P, ini aku lampirkan beberapa foto, hehehe.





Abis dari main setengah malam dan setengah hari bersama 3 arsitek tersebut, entah kenapa aku jadi kepikiran, bahwa hidupku akhir2 ini walaupun hebat tetapi sangat sempit, rutin, statis (bangun, coding, ke kampus, main, pulang, coding, tidur, dst :P), di mana sebenarnya dunia di sekitar kita ini sangat amat menakjubkan, dan begitu luas n dinamis. So, moral dari cerita ini ? Silakan dijawab sesuai dengan intrepretasi masing-masing saja, saya anak tidak berpikir.
Ada yang spesial, karena ada Wastu, temenku, arsitek sekaligus artist luar biasa, yang baru aja selesai sidang tugas akhirnya dan memutuskan main-main di bandung untuk beberapa saat, dan juga ada 2 temen Wastu, anak arsitektur UGM 2004 yang sekarang bekerja di Labo, sebuah biro arsitektur terkemuka yang kantor nya ada di jalan bukit dago indah, yaitu Mba Icha n Mas Ochi.
Petualangan dimulai dari ketika kami berdua dateng ujan2 ke kantor Labo, daan, aku langsung benar2 excited dengan bentuk kantor itu: 4m x 8m, tanpa dinding beton, semuanya berbahan kaca dipadu dengan baja sebagai kerangkanya. Ngarsitek abis, haha.
Menunggu Mba Icha n Mas Ochi sejenak, akhirnya dalam hujan, kami memutuskan pergi ke Galeri Sunaryo (yang sebelumnya aku belum pernah denger juga si :P), sebuah galeri seni terutama lukisan di sekitar Dago Atas punya Sunaryo, yang katanya adalah salah satu dosen FSRD. Setelah muter2 menikmati desain arsitektur dan landscape dari galeri itu, kami duduk minum kopi dulu soalnya emang hujannya makin deras. Ngobrol ke sana kemari, dan walaupun sebenarnya teman-temanku di Jogja banyak yang dari kalangan arsitek dan artist, aku tetap menemukan sesuatu yang baru, mengobrol intens dengan orang-orang yang pemikirannya berbeda dengan pemikiran lingkungan hidupku selama ini (informatika), beda banget, beda, walaupun sebenarnya analog juga dengan topik pembicaraan anak-anak informatika, tapi dengan cara pandang, strategi, dan objek yang berbeda, dan it's fun! isn't it? :D
Begitulah, setelah itu kami ke Ciwalk, bukan untuk ngeceng ataupun shopping, tapi untuk masuk ke hotel yang baru, jalan-jalan di sana, menikmati desain arsitektur yang lebih berani dan cukup nyeleneh untuk ukuran Indonesia, jujur, walaupun aku ga ngerti banyak, tapi aku entah kenapa bisa menikmati aja, dan bisa ikut2an ngeberi apresiasi, hehehe, lalu ngebahas konsep dari Ciwalk itu sendiri, sesuatu yang jarang aku pedulikan, hahaha, biasanya dateng, ke XXI, nonton apa karaoke, jalan2 bentar, makan, pulang, that's all :|
Abis itu ke PVJ, setelah jalan2 bentar lalu ke Blitz nonton filem psikopat ga jelas, PaintBall. Lalu pulang deh, udah tengah malam lebih.
Sampe kosan tidur, bangun pagi, menyampot sampe jam 11 an n ketemuan lagi sama Icha-Ochi untuk main lagi, rencana kali ini ke Braga, hehe, walaupun sebenarnya udah ke sana, dan sering lewat, aku ga pernah masuk-masuk ke detailnya, dan setelah jalan-jalan bentar, ngobrol sana-sini, kita ke sebuah toko roti yang udah ada sejak jaman belanda, dan bener, masuk ke toko itu, rasanya kaya kita kembali ke masa lalu, dengan menu-menu hidangan roti dan es krim bernuansa Belanda dari masa lalu, penjual nya yang semuanya sudah beruban dan sudah menjalani kehidupan pelik ini begitu lamanya, dengan perabot-perabot klasiknya.
Berhubung 'no picture = hoax' :P, ini aku lampirkan beberapa foto, hehehe.





Abis dari main setengah malam dan setengah hari bersama 3 arsitek tersebut, entah kenapa aku jadi kepikiran, bahwa hidupku akhir2 ini walaupun hebat tetapi sangat sempit, rutin, statis (bangun, coding, ke kampus, main, pulang, coding, tidur, dst :P), di mana sebenarnya dunia di sekitar kita ini sangat amat menakjubkan, dan begitu luas n dinamis. So, moral dari cerita ini ? Silakan dijawab sesuai dengan intrepretasi masing-masing saja, saya anak tidak berpikir.
Minggu, 27 Desember 2009
Boy meets girl. Boy falls in love. Girl doesn't.
Tadi aku baru aja nonton film (500) Days of Summer bareng temen2 lama di MovieBox, Gejayan, Jogja.
Merasa disindir habis-habisan sama plotnya. Jleb banget. Tapi dari endingnya aku menyadari sesuatu, ini semua akan berakhir indah. Asoi !! Hahahaha.
!!SPOILER ALERT!!
jadi ada cewek namanya summer
yang begitu menarik banyak orang
lalu ada cowok namanya tom
dia suka sama summer
dan pdkt
si summer menerima
sampai pada saatnya tom bertanya2 kejelasan hubungan mereka
tom suka summer, summer suka tom
tapi summer memgaku tidak bisa (atau tidak mau ??) menjalin hubungan serius
akhirnya pada suatu saat summer memutuskan hubungan mereka
tom galau-galau
kerjaan kacau
hidupnya hancur
sampai pada puncaknya dia mengundurkan diri dari pekerjaannya
dan dengar kabar kalau summer udah menikah
dan saat mereka berkesempatan ketemu lagi
summer berkata "pada suatu saat aku menyadari bahwa aku tidak yakin akan dirimu"
waktu berjalan
akhirnya tom berusaha mendapatkan pekerjaan
dan di salah satu wawancara dia bertemu dengan seorang gadis
namanya autumn
tamat
so inspiring !! gyahaaa ...
Merasa disindir habis-habisan sama plotnya. Jleb banget. Tapi dari endingnya aku menyadari sesuatu, ini semua akan berakhir indah. Asoi !! Hahahaha.
!!SPOILER ALERT!!
jadi ada cewek namanya summer
yang begitu menarik banyak orang
lalu ada cowok namanya tom
dia suka sama summer
dan pdkt
si summer menerima
sampai pada saatnya tom bertanya2 kejelasan hubungan mereka
tom suka summer, summer suka tom
tapi summer memgaku tidak bisa (atau tidak mau ??) menjalin hubungan serius
akhirnya pada suatu saat summer memutuskan hubungan mereka
tom galau-galau
kerjaan kacau
hidupnya hancur
sampai pada puncaknya dia mengundurkan diri dari pekerjaannya
dan dengar kabar kalau summer udah menikah
dan saat mereka berkesempatan ketemu lagi
summer berkata "pada suatu saat aku menyadari bahwa aku tidak yakin akan dirimu"
waktu berjalan
akhirnya tom berusaha mendapatkan pekerjaan
dan di salah satu wawancara dia bertemu dengan seorang gadis
namanya autumn
tamat
so inspiring !! gyahaaa ...
Sabtu, 18 Juli 2009
Garuda Di Dadaku
Baru saja di pagi hari yang diiringi bunyi kicauan burung ini, aku donlod vidklip OST Garuda Di Dadaku yang dibawain sama Netral di yutup. Lalu liat deh, dan di bagian belakang-belakang kan ada bagian lagu Apuse yang liriknya udah diganti ala suporter bola tu, yang dinyanyiin ala koor suporter, hehe, aku si dulu pernah tau juga, tapi yang versi Slemania (suporter PSS Sleman :D), hehe, mirip sih.
Dan entah kenapa saat liat n dengar bagian itu, aku terharu, aku jadi inget pengalaman seminggu lalu di Mesir, waktu ikutan Word Final nya Imagine Cup 2009, di situ aku adalah anggota dari Tim Bigbang, salah 1 dari 4 tim Indonesia yang jadi competitor di Mesir itu.
Nah, bisa dikatakan : kami di situ adalah wakil dari Indonesia ! Sesuatu yang benar-benar hebat untuk orang yang biasanya hanya meniup-seruling-di-atas-kerbau seperti aku, oke, kuulangi: bagiku ini benar-benar hebat ! Ya ! Kami bertanding sudah bukan atas nama BigBang, ataupun ITB, ataupun apalah, kami bertanding atas nama Indonesia !
Oke, dan percaya apa enggak, 'cinta Indonesia' adalah yang kurasakan waktu di sana, dengan bangga aku sebut 'Indonesia' saat ada yang tanya dari mana, bawa-bawa bendera merah putih yang besar, pake buat lari-lari di tengah keramaian, uih, pokoknya waktu itu benar-benar persetan lah dengan keadaan pemerintahan yang sedang bobrok, persatuan bangsa yang susah banget dibentuk, kesadaran orang-orang yang lemah, dll dll, benar-benar tidak peduli, yang ada waktu itu adalah aku adalah orang Indonesia dan aku bangga !
Dan waktu itu aku pingin banget bisa membuat Indonesia bangga juga, pingin banget maju ke podium bawa bendera Indonesia, teriak-teriak, 'woi, kami dari Indonesia woi!', tapi ternyata di fase maju ke 12 besar pun Big Bang udah gagal, waktu itu benar-benar kecewa. Merasa gagal, merasa ga bisa memenuhi harapan Indonesia.
Tapi ternyata, saat penutupan yang luar biasa itu (panggungnya di tengah padang pasir, dengan background Giza !!), ternyata kami dipanggil, BigBang ! BigBang Indonesia bukan BigBang Belarus !! Woaaah, luar biasa, kami ga peduli itu adalah 'cuma' award, yang jelas kami bisa maju ke podium, mengibarkan bendera merah putih, di depan semua orang di situ, di depan dunia ! Dan mimpiku pun tercapai, hahaha !

Dan setelah itu, setelah penutupan usai, kami maju ke podium lagi buat foto-foto, lalu kami panggil semua temen-temen Indonesia, nyanyi-nyanyi bareng, sambil lompat-lompat, terharu banget deh waktu itu. Benar-benar moment yang sangat amat luar biasa sekali.
Lalu, apa dong hubungannya sama vidklip Garuda Di Dadaku tadi ? Nah, yang kami nyanyikan waktu itu sama dengan yang kuceritakan di awal-awal tadi :
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Kuyakin, hari ini pasti menang !
Dan entah kenapa saat liat n dengar bagian itu, aku terharu, aku jadi inget pengalaman seminggu lalu di Mesir, waktu ikutan Word Final nya Imagine Cup 2009, di situ aku adalah anggota dari Tim Bigbang, salah 1 dari 4 tim Indonesia yang jadi competitor di Mesir itu.
Nah, bisa dikatakan : kami di situ adalah wakil dari Indonesia ! Sesuatu yang benar-benar hebat untuk orang yang biasanya hanya meniup-seruling-di-atas-kerbau seperti aku, oke, kuulangi: bagiku ini benar-benar hebat ! Ya ! Kami bertanding sudah bukan atas nama BigBang, ataupun ITB, ataupun apalah, kami bertanding atas nama Indonesia !
Oke, dan percaya apa enggak, 'cinta Indonesia' adalah yang kurasakan waktu di sana, dengan bangga aku sebut 'Indonesia' saat ada yang tanya dari mana, bawa-bawa bendera merah putih yang besar, pake buat lari-lari di tengah keramaian, uih, pokoknya waktu itu benar-benar persetan lah dengan keadaan pemerintahan yang sedang bobrok, persatuan bangsa yang susah banget dibentuk, kesadaran orang-orang yang lemah, dll dll, benar-benar tidak peduli, yang ada waktu itu adalah aku adalah orang Indonesia dan aku bangga !
Dan waktu itu aku pingin banget bisa membuat Indonesia bangga juga, pingin banget maju ke podium bawa bendera Indonesia, teriak-teriak, 'woi, kami dari Indonesia woi!', tapi ternyata di fase maju ke 12 besar pun Big Bang udah gagal, waktu itu benar-benar kecewa. Merasa gagal, merasa ga bisa memenuhi harapan Indonesia.
Tapi ternyata, saat penutupan yang luar biasa itu (panggungnya di tengah padang pasir, dengan background Giza !!), ternyata kami dipanggil, BigBang ! BigBang Indonesia bukan BigBang Belarus !! Woaaah, luar biasa, kami ga peduli itu adalah 'cuma' award, yang jelas kami bisa maju ke podium, mengibarkan bendera merah putih, di depan semua orang di situ, di depan dunia ! Dan mimpiku pun tercapai, hahaha !

Dan setelah itu, setelah penutupan usai, kami maju ke podium lagi buat foto-foto, lalu kami panggil semua temen-temen Indonesia, nyanyi-nyanyi bareng, sambil lompat-lompat, terharu banget deh waktu itu. Benar-benar moment yang sangat amat luar biasa sekali.
Lalu, apa dong hubungannya sama vidklip Garuda Di Dadaku tadi ? Nah, yang kami nyanyikan waktu itu sama dengan yang kuceritakan di awal-awal tadi :
Garuda di dadaku
Garuda kebanggaanku
Kuyakin, hari ini pasti menang !
Senin, 03 November 2008
Ini Bukan Balas Dendam !
Huah, kisah nyata ini kutulis hanya dengan jeda waktu beberapa menit setelah kejadian sebenarnya ...
Latar Belakang Masalah :
Aku mengambil matakuliah Sistem Informasi di semester ini, lalu dosennya adalah Bapak Mary Handoko, dosen ini ga tau kenapa pokoknya strict banged kalo masalah absen dan 'boleh-masuk-apa-enggak', intinya aturannya gini : kalao bapak udah ada di dalem n mulai ngajar, maka mahasiswa ga boleh masuk, tak peduli kalau bapaknya udah ada di dalam sejak subuh, pokoknya mahasiswa ga boleh masuk. Lalu kalo udah di dalem ga boleh keluar. Nah, kemudian masalah ini diperparah dengan jam kuliah SI itu selalu jam 7 pagi ! Haha, mati gak situ. N presensi itu sangat penting, selain mempengaruhi nilai, kalo udah ga masuk lebih dari 30persen bakal dipecat dari ni matakuliah SI. Nah ini dia, sebagai orang yang entah kenapa selalu terlambat (entah kenapa?) aku udah ga masuk (ato lebih tepatnya ga boleh masuk) 5 kali, yang menurut isu burung itu adalah limit / ambang / batas untuk dipecat atau tidak dari mata kuliah SI ini.
Dan Tragedi Terjadi :
Oke, pagi ini aku-yang-udah-5-kali-ga-masuk-SI buru-buru ke kampus pagi2, jam 6.45 udah sampe di kampus (ngeri gak situ ?), haha, masih sepi cuy, sampe2 aku bisa mendengar suara jangkrik (krik krik) dan suara burung (koak koak), serasa jadi Puteri Salju dah (OOT abis),
nah itu dia, sampailah aku di labtek V, aku entah kenapa merasa malas untuk naik lewat tangga, jadilah aku naik lift, nah itu dia, aku naik lift (masih sepi), aku waktu itu dalam keadaan bengong (menikmati suara jangkrik) dan pintu mulai menutup, tiba-tiba seseorang datang menghentikan lift (dan percaya atau enggak, believe or not, itu adalah Bapak Mary yang notabene adalah dosen-SI-di-mana-kalau-aku-telat-lagi-aku-bakal-dipecat),
beliau dateng sambil bilang "hentikan, hentikan", nah itu dia, aku yang lagi bengong langsung panik, aku waktu itu ga kepikiran untuk mencet tombol buka, aku cuma ngeganjel pintu pake tangan sama kaki, tapi entah kenapa, ga tau 1) lift nya sentimen sama aku, atau 2) lift nya sentimen sama Pak Mary, atau 3) aku salah posisi ngeganjelnya,
pokoknya yang terjadi adalah kakiku terjepit ! pintu tertutup ! dan (diiringi jeritan kecilku) lift pun naik !!! Uooogh, mameeennn. Tapi bukan itu yang bikin aku lebih panik lagi, tapi ... Pak Mary tertinggal ....
Yang kutakutkan adalah : 1) Pak Mary tersinggung dan beranggapan bahwa aku 'balas dendam', atau 2) Pak Mary beranggapan aku 'balas dendam' lalu tersinggung, yang kedua-duanya bisa berakibat (buruk) aku dipecat dengan sukses ...
nb : ampun Pak, saya ga maksud apa-apa, saya juga udah berusaha ngebuka itu lift, NIM saya 13506060.
Latar Belakang Masalah :
Aku mengambil matakuliah Sistem Informasi di semester ini, lalu dosennya adalah Bapak Mary Handoko, dosen ini ga tau kenapa pokoknya strict banged kalo masalah absen dan 'boleh-masuk-apa-enggak', intinya aturannya gini : kalao bapak udah ada di dalem n mulai ngajar, maka mahasiswa ga boleh masuk, tak peduli kalau bapaknya udah ada di dalam sejak subuh, pokoknya mahasiswa ga boleh masuk. Lalu kalo udah di dalem ga boleh keluar. Nah, kemudian masalah ini diperparah dengan jam kuliah SI itu selalu jam 7 pagi ! Haha, mati gak situ. N presensi itu sangat penting, selain mempengaruhi nilai, kalo udah ga masuk lebih dari 30persen bakal dipecat dari ni matakuliah SI. Nah ini dia, sebagai orang yang entah kenapa selalu terlambat (entah kenapa?) aku udah ga masuk (ato lebih tepatnya ga boleh masuk) 5 kali, yang menurut isu burung itu adalah limit / ambang / batas untuk dipecat atau tidak dari mata kuliah SI ini.
Dan Tragedi Terjadi :
Oke, pagi ini aku-yang-udah-5-kali-ga-masuk-SI buru-buru ke kampus pagi2, jam 6.45 udah sampe di kampus (ngeri gak situ ?), haha, masih sepi cuy, sampe2 aku bisa mendengar suara jangkrik (krik krik) dan suara burung (koak koak), serasa jadi Puteri Salju dah (OOT abis),
nah itu dia, sampailah aku di labtek V, aku entah kenapa merasa malas untuk naik lewat tangga, jadilah aku naik lift, nah itu dia, aku naik lift (masih sepi), aku waktu itu dalam keadaan bengong (menikmati suara jangkrik) dan pintu mulai menutup, tiba-tiba seseorang datang menghentikan lift (dan percaya atau enggak, believe or not, itu adalah Bapak Mary yang notabene adalah dosen-SI-di-mana-kalau-aku-telat-lagi-aku-bakal-dipecat),
beliau dateng sambil bilang "hentikan, hentikan", nah itu dia, aku yang lagi bengong langsung panik, aku waktu itu ga kepikiran untuk mencet tombol buka, aku cuma ngeganjel pintu pake tangan sama kaki, tapi entah kenapa, ga tau 1) lift nya sentimen sama aku, atau 2) lift nya sentimen sama Pak Mary, atau 3) aku salah posisi ngeganjelnya,
pokoknya yang terjadi adalah kakiku terjepit ! pintu tertutup ! dan (diiringi jeritan kecilku) lift pun naik !!! Uooogh, mameeennn. Tapi bukan itu yang bikin aku lebih panik lagi, tapi ... Pak Mary tertinggal ....
Yang kutakutkan adalah : 1) Pak Mary tersinggung dan beranggapan bahwa aku 'balas dendam', atau 2) Pak Mary beranggapan aku 'balas dendam' lalu tersinggung, yang kedua-duanya bisa berakibat (buruk) aku dipecat dengan sukses ...
nb : ampun Pak, saya ga maksud apa-apa, saya juga udah berusaha ngebuka itu lift, NIM saya 13506060.
Senin, 27 Oktober 2008
- Juara - 1 - Application Contest - Gemastik 2008 -
Langganan:
Postingan (Atom)
